Pentingnya Melunasi Hutang

AKIBAT HUTANG

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

‎أَيُّمَـا رَجُلٍ تَدَيَّنَ دَيْنًا وَهُوَ مُـجْمِعٌ أَنْ لَا يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللّٰـهَ سَارِقًا

“Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya maka ia akan bertemu Allâh sebagai seorang pencuri” (HR Ibnu Majah).

‎نَفْسُ الْـمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّىٰ يُقْضَى عَنْهُ

“Jiwa seorang mu’min itu terkatung-katung dengan sebab utangnya sampai hutang dilunasi” (HR Ahmad).

‎إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ ، وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ

“Sesungguhnya, apabila seseorang terlilit utang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan pungkiri” (HR Bukhori Muslim).

‎يُغْفَرُ لِلشَّهِيْدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ

“Orang yang mati syahid diampuni seluruh dosanya, kecuali utang” (HR Muslim).

‎مَطْلُ الْـغَنِيِّ ظُلْمٌ

“Menunda-nunda (pembayaran utang) dari orang yang mampu adalah kezhaliman” (HR Bukhori Muslim).

‎مَنْ فَارَقَ الرُّوْحُ الْـجَسَدَ وَهُوَ بَرِيءٌ مِنْ ثَلَاثٍ : اَلْكِبْرِ ، وَالْغُلُوْلِ ، وَالدَّيْنِ دَخَلَ الْـجَنَّةَ.

“Apabila ruh telah berpisah dari jasad (meninggal dunia), sedang ia terbebas dari tiga perkara: kesombongan, ghulul (korupsi) dan utang niscaya ia masuk Syurga” (HR At Turmudji dan Ibnu Majah).

Allahumma ya Allah bahagiakan kami hidup dengan limpahan rizki yang halal penuh berkahMu…aamiin.